NTLDR IS MISSING

Penyebab-nya :
Salah satu penyebabnya adalah BIOS pada komputer “outdated” atau “Crash” atau karena virus RontokBro yang sudah menyerang file NTLDR

Cara Mengatasi :
1. Ubah Boot Setup Utility 1st Boot Device [ CD-ROM ]
2. Masukan source : CD Windows XP ke dalam drive D:\
3. Restart Komputer, Pilih R=Repair

4. Selanjutnya akan muncul : Microsoft Windows XP <TM> Recovery Console,

Microsoft Windows XP <TM> Recovery Console
The Recovery Console providers system repair and recovery functionality.
Type EXIT to quit the Recovery Console and restart the computer1. : C:\WINDOWS
2. : D:\WINDOWSWhich Windows installation would you like to log onto
(To cancel, press ENTER)? 1 Type Administrator password : **************

c:\copy d:\i386\ntldr c:\
c:\copy d:\i386\ntdetect.com c:\

5. Dari CD-ROM Windows XP, copy-kan file \i386\ntldr dan file \i386\ntdetect.com ke root c:\
6. Setelah proses copy file diatas, kemudian keluarkan CD-Windows XP,
7. Restart Komputer dan komputer akan normal kembali.

I LOVE U..IBU

Ini adalah mengenai Nilai kasih Ibu dari Seorang anak
yang mendapatkan ibunya sedang sibuk menyediakan makan malam di dapur.
Kemudian dia menghulurkan sekeping kertas yang
bertulis sesuatu. si ibu segera membersihkan tangan dan lalu menerima
kertas yang dihulurkan oleh si anak dan membacanya.

OngKos upah membantu ibu:
1) Membantu Pergi Ke Warung: Rp20.000
2) Menjaga adik Rp20.000
3) Membuang sampah Rp5.000
4) Membereskan Tempat Tidur Rp10.000
5) menyiram bunga Rp15.000
6) Menyapu Halaman Rp15.000
Jumlah : Rp85.000

Selesai membaca, si ibu tersenyum memandang si anak
yang raut mukanya berbinar-binar.
Si ibu mengambil pena dan menulis
sesuatu dibelakang kertas yang sama .

1) OngKos mengandungmu selama 9 bulan- GRATIS
2) OngKos berjaga malam karena menjagamu -GRATIS
3) OngKos air mata yang menetes karenamu -GRATIS
4) OngKos Khawatir kerana selalu memikirkan keadaanmu -GRATIS
5) OngKos menyediakan makan minum, pakaian dan keperluanmu -GRATIS
6) OngKos mencuci pakaian, gelas, piring dan keperluanmu – GRATIS
Jumlah Keseluruhan Nilai Kasihku – GRATIS

Air mata si anak berlinang setelah membaca. Si anak
menatap wajah ibu, memeluknya dan berkata, “Saya Sayang Ibu”.Kemudian si
anak mengambil pena dan menulis sesuatu didepan surat yang
ditulisnya: “Telah Dibayar” .

Jika Bill Gates Jadi Menristek Indonesia

Presiden berencana akan mengganti beberapa menteri di jajaran kabinetnya. Untuk mengantisipasi perkembangan teknologi informasi di Indonesia, bagaimana jika presiden menunjuk Bill Gates yang baru saja mundur sebagai CEO Microsoft sebagai Menristek?

Berikut ini adalah beberapa tanggapan yang diambil dari beberapa mailing list..

Mas Bill bakal mengusulkan supaya FreeCell, Solitaire, dan Minesweeper dipertandingkan di PON
Setiap Warga Negara Indonesia akan mempunyai alamat email di Hotmail dan alamat tsb tercantum dlm KTP
Akan dibuat pasal baru yg berbunyi “Setiap PC dan Operating System selain MS Windows di dalamnya, dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat”
Istilah RUU akan dirubah menjadi Undang-Undang Beta Ver. dan UU yang sudah disahkan DPR menjadi UU Final Retail Ver.
Di layar TVRI bisa kita scrolling layarnya dan dibagian bawahnya ada tulisan “Best Viewed with 800×600″
Menghentikan demo mahasiswa cukup tekan alt+f4 dan untuk menghentikan kerusuhan tekan ctrl+alt+del
Kantor Microsoft di Seattle dipindahkan ke Sentul
Sidang-sidang kabinet cukup lewat MS NetMeeting, ‘gak usah ke Binagraha (ngirit duit)
Jangan-jangan akan muncul e-corruption Menristek akan diubah menjadi Men-Soft-Tek
Dengan munculnya Bill Gates, Baligate dan Lippogate bakal cepat diungkap tuntas
Menggunakan Netscape bisa-bisa dianggap “Illegal Operation” dan dijerat dengan pasal-pasal subversi
PT Kantor Pos Indonesia diubah menjadi PT Hotmail!
Televisi kita, apabila ditinggal sebentar, akan muncul screen savernya Headline sebuah surat kabar “Windows NT 6.0 dipesan Thailand, untuk ditukar dengan beras”
Proyek pesawat N-250 akan diubah namanya menjadi NT-250 yang dilengkapi fasilitas feature “Plug and Play”
Microsoft akan menjadi BUMN dan pengelolaan sahamnya diurus oleh BPPN
Mahasiswa akan sulit untuk membeli Windows bajakan
Ruangan-ruangan di Indonesia akan lebih sejuk karena memakai Windows
Institusi pemerintah akan memaik o/s (operating system) ber-platform Windows, sedangkan oposisi memakai Linux
Java Script akan menjadi bahasa nasional
Pada setiap komputer perwira POLRI dan TNI akan selalu muncul “It is now ok to shut down your Corruptor and Provicateur”
Setiap Keputusan Menteri, PP, dll akan diberi Certificate of Authencity berikut serial number-nya
Supaya negara aman, Bill Gates akan menyarankan pemerintahan berjalan “Safe Mode”
Ijazah yang berlaku untuk BPPT, IPTN, PAL, dan yang lainnya hanyalah Microsoft Certificate Engineer
Kantor Menristek perlu tambahan supir karena setiap penambahan aparat memerlukan “Driver”
Prosedur Operasi Tempur TNI berbasis Windows sehingga sering muncul “Illegal Operation”
Bahasa resmi negara adalah Vbasic dan VBScript adalah bahasa pengantar di sekolah dasar
Produknya berupa peraturan dengan versi 1.0, 1.1 dst, dan setiap penggunanya dikenakan lisensi per pemakai
Peraturan Pemerintah setiap 3 bulan sekali akan selalu di-update dari PP 1/2000 menjadi PP 1/2000 SE (Second Edition)
Akan ada TVRI versi 1.1, TVRI versi 1.2, RRI versi 2.5 dll
Akan ada keputusan Menteri Final Preview
Semua Paket Kebijaksanaan Pemerintah akan diberi versi dan akan selalu dikeluarkan bug fixed dan service pack
Windows akan bebas di-download di Indonesia dan berfungsi sebagai public domain, sementara distribusi Linux akan dikenakan PPN BM
Semua pesawat IPTN akan ditempeli stiker “MS Windows Compatible”
Fasilitas ctrl+alt+del akan ditemui di Gedung MPR/DPR
Siapa “provokator” tinggal ketik nama atau initialnya lalu klik search, dan provokator itu akan langsung ketangkap
Bill Gates jadi Menristek bakal banyak bugs-nya, jadi mesti di patch uland dengan service pack 7 or higher

Dari Tetangga

Ayah Maafkan aku

Sepasang suami isteri – seperti pasangan lain di kota-kota besar
meninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah sewaktu bekerja. Anak
tunggal pasangan ini, perempuan cantik berusia tiga setengah tahun.
Sendirian ia di rumah dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena sibuk
bekerja di dapur. Bermainlah dia bersama ayun-ayunan di atas buaian yang
dibeli ayahnya, ataupun memetik bunga dan lain-lain di halaman rumahnya.

Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dan ia pun mencoret lantai
tempat mobil ayahnya diparkirkan, tetapi karena lantainya terbuat dari
marmer maka coretan tidak kelihatan. Dicobanya lagi pada mobil baru
ayahnya.. Ya… karena mobil itu bewarna gelap, maka coretannya tampak
jelas. Apalagi anak-anak ini pun membuat coretan sesuai dengan
kreativitasnya.

Hari itu ayah dan ibunya bermotor ke tempat kerja karena ingin
menghindari macet. Setelah sebelah kanan mobil sudah penuh coretan maka
ia beralih ke sebelah kiri mobil. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya,
gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain sebagainya mengikut
imaginasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari oleh si pembantu
rumah.

Saat pulang petang, terkejutlah pasangan suami istri itu melihat mobil
yang baru setahun dibeli dengan bayaran angsuran yang masih lama
lunasnya. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus
menjerit, ‘Kerjaan siapa ini !!!’ …. Pembantu rumah yang tersentak
dengan jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar. Mukanya merah
padam ketakutan lebih2 melihat wajah bengis tuannya. Sekali lagi
diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan ‘ Saya tidak
tahu..tuan.’ ‘Kamu dirumah sepanjang hari, apa saja yg kau lakukan?’
hardik si isteri lagi.

Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari
kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata ‘DIta yg membuat gambar itu
ayahhh.. cantik …kan!’ katanya sambil memeluk ayahnya sambil bermanja
seperti biasa.. Si ayah yang sudah hilang kesabaran mengambil sebatang
ranting kecil dari pohon di depan rumahnya, terus dipukulkannya berkali2
ke telapak tangan anaknya. Si anak yang tak mengerti apa apa menagis
kesakitan, pedih sekaligus ketakutan. Puas memukul telapak tangan, si
ayah memukul pula belakang tangan anaknya.

Sedangkan Si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas
dengan hukuman yang dikenakan.
Pembantu rumah terbengong, tdk tahu hrs berbuat apa… Si ayah cukup
lama memukul-mukul tangan kanan dan kemudian ganti tangan kiri anaknya.
Setelah si ayah masuk ke rumah diikuti si ibu, pembantu rumah tersebut
menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar.

Dia terperanjat melihat telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil
luka2 dan berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil
menyiramnya dengan air, dia ikut menangis. Anak kecil itu juga
menjerit-jerit menahan pedih saat luka2nya itu terkena air. Lalu si
pembantu rumah menidurkan anak kecil itu. Si ayah sengaja membiarkan
anak itu tidur bersama pembantu rumah. Keesokkan harinya, kedua belah
tangan si anak bengkak. Pembantu rumah mengadu ke majikannya. ‘Oleskan
obat saja!’ jawab bapak si anak.

Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang
menghabiskan waktu di kamar pembantu. Si ayah konon mau memberi
pelajaran pada anaknya. Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah
menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu, meski setiap hari
bertanya kepada pembantu rumah. ‘Dita demam, Bu’…jawab pembantunya
ringkas. ‘Kasih minum panadol aja ,’ jawab si ibu. Sebelum si ibu masuk
kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknya Dita
dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar pembantunya.
Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu
badan Dita terlalu panas. ‘Sore nanti kita bawa ke klinik.. Pukul 5.00
sudah siap’ kata majikannya itu. Sampai saatnya si anak yang sudah lemah
dibawa ke klinik. Dokter mengarahkan agar ia dibawa ke rumah sakit
karena keadaannya susah serius. Setelah beberapa hari di rawat inap
dokter memanggil bapak dan ibu anak itu. ‘Tidak ada pilihan..’ kata
dokter tersebut yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu dipotong
karena sakitnya sudah terlalu parah dan infeksi akut…’Ini sudah
bernanah, demi menyelamatkan nyawanya maka kedua tangannya harus
dipotong dari siku ke bawah’ kata dokter itu. Si bapak dan ibu bagaikan
terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti
berputar, tapi apa yg dapat dikatakan lagi.

Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata
isterinya, si ayah bergetar tangannya menandatangani surat persetujuan
pembedahan. Keluar dari ruang bedah, selepas obat bius yang disuntikkan
habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga keheranan melihat kedua
tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Kemudian
ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua
menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan
air mata. ‘Ayah.. ibu… Dita tidak akan melakukannya lagi….. Dita tak
mau lagi ayah pukul. Dita tak mau jahat lagi… Dita sayang ayah..
sayang ibu.’, katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan rasa
sedihnya. ‘Dita juga sayang Mbok Narti..’ katanya memandang wajah
pembantu rumah, sekaligus membuat wanita itu meraung histeris.

‘Ayah.. kembalikan tangan Dita. Untuk apa diambil.. Dita janji tidak
akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Dita mau makan nanti?…
Bagaimana Dita mau bermain nanti?… Dita janji tdk akan mencoret2 mobil
lagi, ‘ katanya berulang-ulang. Serasa hancur hati si ibu mendengar
kata-kata anaknya. Meraung2 dia sekuat hati namun takdir yang sudah
terjadi tiada manusia dapat menahannya. Nasi sudah jadi bubur. Pada
akhirnya si anak cantik itu meneruskan hidupnya tanpa kedua tangan dan
ia masih belum mengerti mengapa tangannya tetap harus dipotong meski
sudah minta maaf…

Tahun demi tahun kedua orang tua tsb menahan kepedihan dan kehancuran
bathin sampai suatu saat Sang ayah tak kuat lagi menahan kepedihannya
dan wafat diiringi tangis penyesalannya yg tak bertepi…,
Namun…., si Anak dengan segala keterbatasan dan kekurangannya tsb
tetap hidup tegar bahkan sangat sayang dan selalu merindukan ayahnya..

Aku Tak Lebih Dulu Masuk Syurga

Aku tidak tahu dimana berada. Meski sekian banyak manusia berada disekelilingku,
namun aku tetap merasa sendiri dan ketakutan.Aku masih bertanya dan terus bertanya, tempat apa ini, dan buat apa semua manusia dikumpulkan.Mungkinkah, ah … aku tidak mau mengira-ngira.

Rasa takutku makin menjadi-jadi, tatkala seseorang yang tidak pernah kukenal sebelumnya mendekat dan menjawab pertanyaan hatiku. “Inilah yang disebut Padang Mahsyar,” suaranya begitu menggetarkan jiwaku.”Bagaimana ia bisa tahu pertanyaanku,” batinku. Aku menggigil, tubuhku terasa lemas,mataku tegang mencari perlindungan dari seseorang yang kukenal.Kusaksikan langit menghitam, sesaat kemudian bersinar kemilauan. Bersamaan dengan itu,terdengar suara menggema. Aku baru sadar,inilah hari penentuan, hari dimana semua manusia akan menerima keputusan akan balasan dariamalnya selama hidup didunia. Hari ini pula akan ditentukan nasib manusia selanjutnya,surgakah yang akan dinikmati atau adzab neraka yang siap menanti.

Aku semakin takut. Namun ada debar dalam dadaku mengingat amal-amal baikku didunia.Mungkinkah aku tergolong orang-orang yang mendapat kasih-Nya atau jangan-jangan …Aku dan semua manusia lainnya masih menunggu keputusan dari Yang menguasai hari pembalasan.Tak lama kemudian, terdengar lagi suara menggema tadi yang mengatakan, bahwa sesaat lagi akandibacakan daftar manusia-manusia yang akan menemani Rasulullah SAW di surga yang indah.Lagi-lagi dadaku berdebar, ada keyakinan bahwa namaku termasuk dalam daftar itu, mengingatbanyaknya infaq yang aku sedekahkan. Terlebih lagi, sewaktu didunia aku dikenal sebagai juru dakwah.”Kalaulah banyak orang yang kudakwahi masuk surga, apalagi aku,” pikirku mantap.Akhirnya, nama-nama itupun mulai disebutkan. Aku masih beranggapan bahwa namaku ada dalam deretan penghuni surga itu, mengingat ibadah-ibadah dan perbuatan-perbuatan baikku. Dalam daftar itu, nama Rasulullah Muhammad SAW sudah pasti tercantum pada urutan teratas, sesuai janji Allah melalui Jibril, bahwa tidak satupun jiwa yang masuk kedalamsurga sebelum Muhammad masuk. Setelah itu tersebutlah para Assabiquunal Awwaluun.Kulihat Fatimah Az Zahra dengan senyum manisnya melangkah bahagia sebagai wanita pertama yang ke surga,diikuti para istri-istri dan keluarga rasul lainnya.Para nabi dan rasul Allah lainnya pun masuk dalam daftar tersebut.Yasir dan Sumayyah berjalan tenang dengan predikat Syahid dan syahidah pertama dalam Islam. Juga para sahabat lainnya, satu persatu para pengikut terdahulu Rasul itu dengan bangga melangkah ke tempat dimana Allah akan membuka tabirnya.Yang aku tahu, salah satu kenikmatan yang akan diterima para penghuni surga adalah melihat wajah Allah.Kusaksikan para sahabat Muhajirin dan Anshor yang tengah bersyukur mendapatkan nikmat tiada terhingga sebagai balasan kesetiaan berjuang bersama Muhammad menegakkan risalah.
Setelah itu tersebutlah para mukminin terdahulu dan para syuhada dalam berbagai perjuangan pembelaan agama Allah.

Sementara itu, dadaku berdegub keras menunggu giliran.Aku terperanjat begitu melihat rombongan anak-anak yatim dengan riang berlari untuk segera menikmati kesegaran telaga kautsar. Beberapa dari mereka tersenyum sambil melambaikan tangannya kepadaku.Sepertinya aku kenal mereka. Ya Allah, mereka anak-anak yatim sebelah rumahku yang tidak pernah kuperhatikan.Anak-anak yang selalu menangis kelaparan dimalam hari sementara sering kubuang sebagian makanan yang tak habis kumakan.

“Subhanallah, itu si Parmin tukang mie dekat kantorku,” aku terperangah melihatnya melenggang ke surga.
Parmin, pemuda yang tidak pernah lulus SD itu pernah bercerita, bahwa sebagian besar hasil dagangnya
ia kririmkan untuk ibu dan biaya sekolah empat adiknya. Parmin yang rajin sholat itu, rela berpuasa berhari-hari asal ibu dan adik-adiknya di kampung tidak kelaparan. Tiba-tiba, orang yang sejak tadi disampingku berkata lagi,”Parmin yang tukang mie itu lebih baik dimata Allah. Ia bekerja untuk kebahagiaan orang lain.” Sementara aku, semua hasil keringatku semata untuk keperluanku.Lalu berturut-turut lewat didepan mataku, mbok Darmi penjual pecel yang kehadirannya selalu kutolak pengemis yang setiap hari lewat depan rumah dan selalu mendapatkan kata “maaf” dari bibirku dibalik pagar tinggi rumahku.Orang disampingku berbicara lagi seolah menjawab setiap pertanyaanku meski tidak kulontarkan,
“Mereka ihklas, tidak sakit hati serta tidak memendam kebencian meski kau tolak.”Masya Allah … murid-murid pengajian yang aku bina, mereka mendahuluiku ke surga.Setelah itu, berbondong-bondong jama’ah masjid-masjid tempat biasa aku berceramah.”Mereka belajar kepadamu, lalu mereka amalkan. Sedangkan kau, terlalu banyak berbicara dan sedikit mendengarkan.Padahal, lebih banyak yang bisa dipelajari dengan mendengar dari pada berbicara,” jelasnya lagi.Aku semakin penasaran dan terus menunggu giliranku dipanggil.Seiring dengan itu antrian manusia-manusia dengan wajah ceria, makin panjang.Tapi sejauh ini, belum juga namaku terpanggil. Aku mulai kesal, aku ingin segera bertemu Allah dan berkata,
“Ya Allah, didunia aku banyak melakukan ibadah, aku bershodaqoh, banyak membantu orang lain, banyak berdakwah, izinkan aku ke surgaMu.”Orang dengan wajah bersinar disampingku itu hendak berbicara lagi, aku ingin menolaknya.Tetapi, tanganku tak kuasa menahannya untuk berbicara.

“Ibadahmu bukan untuk Allah, tapi semata untuk kepentinganmu mendapatkan surga Allah,shodaqohmu sebatas untuk memperjelas status sosial, dibalik bantuanmu tersimpan keinginan mendapatkan penghargaan, dan dakwah yang kau lakukan hanya berbekas untuk orang lain, tidak untukmu,” bergetar tubuhku mendengarnya.

Anak-anak yatim, Parmin, mbok Darmi, pengemis tua, murid-murid pengajian, jama’ah masjid dan
banyak lagi orang-orang yang sering kuanggap tidak lebih baik dariku, mereka lebih dulu ke surga Allah.
Padahal, aku sering beranggapan, surga adalah balasan yang pantas untukku atas dakwah yang kulakukan,
infaq yang kuberikan, ilmu yang kuajarkan dan perbuatan baik lainnya.Ternyata, aku tidak lebih tunduk dari pada mereka, tidak lebih ikhlas dalam beramal dari pada mereka,tidak lebih bersih hati dari pada mereka, sehingga aku tidak lebih dulu ke surga dari mereka. Jam dinding berdentang tiga kali. Aku tersentak bangun dan, astaghfirullah…,
ternyata Allah telah menasihatiku lewat mimpi malam ini.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.